Jumat, 21 Oktober 2016

Resensi Novel Padang Ilalang di Belakang Rumah karya NH.Dini

Hasil gambar untuk novel nh.dini padang ilalang di belakang rumah
Sumber: 
A. Identitas Buku
Judul               : Padang Ilalang di Belakang Rumah
Pengarang       : NH. Dini
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama

2.      Kepengarangan
NH. Dini lahir pada tanggal 29 Februari 1936 di Semarang. Setelah tamat SMA bagian sastra (1956), mengikuti Kursus Pramugari Darat GIA Jakarta (1956), dan terakhir mengikuti Kursus B-I Jurusan Sejarah (1957). Tahun 1957-1960 bekerja di GIA Kemayoran, Jakarta. Setelah menikah dengan Yves Coffin, berturut – turut Ia bermukim di Jepang, Perancis, Amerika Serikat, dan sejak 1980 menetap di Jakarta dan Semarang. Karya-karya NH. Dini, yaitu  Dua Dunia (1956), Hati yang Damai (1961), Pada Sebuah Kapal (1973), La Barka ( 1975), Namaku Hiroko ( 1977), Keberangkatan (1977), Sebuah Lorong di Kotaku (1978), Langit dan Bumi Sahabat Kami (1979), Sekayu (1981), Amir Hamzah Pangeran dari Seberang (1981), Kuncup Berseri (1982), Tuileris ( 1982), Segi dan Garis (1983), Orang – orang Trans (1984). Terjemahannya: Sampar ( Karya Albert Gamus, La Peste; 1985).
3.      Sinopsis Novel Padang Ilalang di Belakang Rumah
Nama saya Dini. Saya merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara. Kakak-kakak saya bernama Heratih, Nugroho, dan Maryam, dan yang terakhir bernama Teguh. Selain itu, kami juga memiliki  pembantu yang bernama Simbok yang sudah dianggap keluarga sendiri. Dia datang dari desa dibawa nenek pada saat ibu dan ayah menikah. Anak Simbok adalah seorang laki-laki yang bekerja sebagai penjaga balai pertemuan tempat ayah Dini menjadi anggota. Namanya Marjo, isterinya Saijem. Kami biasa memanggil Kang Marjo dan Yu Saijem. Selain Simbok, pembantu yang juga tinggal di rumah kami adalah seorang wanita muda dengan anak perempuannya, sebayaku. Suami perempuan itu menghilang tak tahu kemana. Ayah terpaksa menyetujui, meskipun berarti pengeluaran tambahan biaya lagi guna sekolah anak pembantu itu. Saat penjajahan Jepang, Dini masih duduk di bangku SD. Rumah orang tuaku  cukup luas di bagian depan dan belakang rumah. Pada masa itu, keluarga kami mengalami kemunduran Oleh karena itu, orang tuaku harus bekerja lebih keras untuk menghidupi keluarganya. Ibuku mulai membuat kue dan membatik. Halaman belakang rumah digunakan untuk membuat kue dan membatik. Heratih yang pandai memasak dan membatik, menyanggupi akan memberikan bantuan. Tak seorang pun di antara kami dapat menahan tantangan untuk menenggelamkan jari telunjuk ke wadah adonan yang begitu mengundang dan lalu menjilatnya. Kebiasaan Nugroho yaitu pada saat-saat ibu atau Heratih memalingkan muka, dengan sekali pungut, diambilnya makanan yang belum matang, cepat-cepat dimasukkan ke dalam mulut. Sedangkan Teguh lebih suka kepada yang telah masak. Dia menolong menghitung kue kering tersebut, memasukkannya ke kaleng. Ketika Ibu atau Heratih tidak melihat, dari lima buah kue ditangannya, hanya tiga yang dihitung sambil bersuara keras. Maryam dan aku sendiri boleh dikatakan tidak mengganggu. Kami membantu seperlunya, dan mencuri adonan sebisanya pula. Maryam dapat mengerjakan semua dengan baik.
Di kampung kami, sering lewat seorang laki-laki setengah umur bersarung dan berbaju rapi, yang membawa sebuah kurungan kecil berisi burung gelatik. Dia adalah peramal dengan kartu. Pada suatu hari ibu memanggilnya. Aku tidak tahu dari siapa datangnya gagasan tersebut. barangkali seperti kebanyakan wanita, dia terdorong oleh keinginan tahu akan hal-hal yang belum tentu, serba misteri, mencoba kekuatan gaib yang tidak dapat diterangkan oleh akal. Orang itu membaca kartu mengenai nasib Nugroho. Laki-laki setengah umur itu mengambil kartu tersebut, lalu diperlihatkannya kepada Ibu. “Lambangnya adalah seekor banteng,” katanya memulai ramalannya. Di antara kartu-kartu itu, kulihat sebuah gambar pohon beringin, dengan seekor banteng yang terjepit di antara dahan di bawah.
Sore itu bibi datang bersama anaknya yang pertama, Edi Sedyawati. Teguh mendapat tugas memetik buah blimbing. Di sepen masih ada buah mangga gurih, sisa petikan dari hari-hari sebelumnya. Kedondong tidak ada, musimnya baru mulai. Buahnya masih kecil-kecil, lagi pula pohonnya besar dan tinggi. Hanya bapak atau Nugroho yang bisa memanjat hingga jauh ke atas.  Ibu sudah mengetahui kebiasaan iparnya. Begitu datang, pembantu segera disuruh membuat sambal rujak. Bibi sendiri telah berdiri di pendapa mengawasi Teguh memanjat pohon blimbing. Ternyata pada saat turun, Nugroho terjepit di tengah dahan pohon blimbing. Kami mengira bahwa ia hanya main-main. Tapi ternyata tidak. Akhirnya ayah menolongnya dengan cara dipotong sedikit dahan blimbing tersebut agar Nugroho dapat keluar. Sejak saat itu, Nugroho mendapat julukan “ banteng terjepit”.
Aku tidak pernah tidak naik kelas. Ketika masa kesadaran semakin tumbuh, aku mulai mengerti sekelilingku dengan lebih baik. Pada waktu itu aku diberi tahu, bahwa bicaraku lain dari kebanyakan orang disebabkan karena ucapan “er” yang terputus getarannya. Ibulah yang mengatakannya kepadaku.”kalau ada teman-temanmu di sekolah yang mengejek atau memperolok-olok engkau, jangan malu. Kau boleh marah, itu hal yang biasa. Karena kalau kau tidak marah, berarti kau tidak mempunyai rasa harga diri.” Tapi di sekolah, hingga waktu itu tak seorang pun yang mengejek atau memperolok-olokkanku. Ibu berkata “selama kau terkemuka dalam hidup ini, ditambah dengan sikapmu sendiri yang sopan, ramah dan sederhana, orang lain akan menghormati dan menyayangimu.
Pertama kali Edi kami undang menonton wayang, dia kelihatan tidak mengerti apa-apa. Barangkali masih terlalu kecil, di Jawa Timur dia tidak pernah dibawa mengunjungi pertunjukkan semacam itu. Atau barangkali pula karena paman dan bibi tidak “sempat” berpikir bahwa itu termasuk salah satu unsur pendidikan kebudayaan. Atau entah ada lagi sebab-sebab lain yang menurut ayah tidak bisa kami terka. Berlainan dengan kami. Paling sedikit, sekali sebulan orang tua membawa kami menonton wayang. Kadang-kadang, sewaktu ada kunjungan kerabat dari kota lain, merekalah yang membeli karcis. Di samping itu, pada waktu-waktu yang tidak tertentu, kami pergi menyaksikan pertunjukkan wayang kulit. Seringkali di kampung-kampung tetangga ada orang yang menanggapnya. Kalau tidak terlalu jauh, ayah menemani kami, beramai-ramai bersepeda ke sana. Kadang-kadang pula, kerabat atau kenalanlah yang menanggap wayang tersebut. Dalam hal itu, kami menerima undangan, menonton semalam suntuk, karena mendapat tempat duduk yang semestinya. Setelah dua kali melihat wayang orang, Edi menjadi penggemar yang tekun.
Bibi telah melahirkan. Selama dia berada di rumah sakit, aku menemani Edi tinggal di Pendrikan. Kakak perempuan bibi datang dari Malang untuk mengurus rumah tangga. Aku tidak menyukainya. Dia keras sekali. Tak satu pun permainan anak-anak yang diizinkannya. Ini kotor, itu berbahaya. Bicaranya bahasa Jawa yang terputus-putus, banyak diselingi oleh kata-kata Belanda. Dia belum kawin. Kata Maryam, barangkali sebab itulah dia bersifat begitu kaku. Aku tak begitu mengerti, tapi menyetujuinya. Setiap pagi aku harus menyuapi Edi, karena dia makan lambat sekali. Aku menyukai sepupuku. Tapi dalam hal makan, aku membencinya. Karena dia menambah pekerjaanku. Sekolahnya dekat. Sedangkan sekolahku lebih jauh. Aku harus bergegas agar bisa sampai di sana sebelum lonceng pertama berbunyi. Pulang siang, perutku sedih karena lapar. Tapi sampai di rumah, sejak bibi melahirkan, kami mesti menunggu hingga jam dua untuk makan bersama paman. Aku merana, bagaikan seorang anak tiri. Edi kurang merasakan kelaparan itu, karena sekolahnya di Taman Kanak-kanak hanya sampai jam sepuluh. Sejak tinggal di rumah sepupuku, aku jadi mengerti dengan baik apa arti kelaparan. Pulang dari sekolah, aku berjalan sambil mencari buah-buah asam yang jatuh dari pohon di sepanjang jalan yang kulalui. Satu atau dua buah asam masak yang bisa kutemukan merupakan hadiah yang luar biasa bagiku. Ketika bibi pulang dari klinik, kami merasa seperti terlepas dari nasib buruk. Dia membawa sepupu kedua, seorang bayi perempuan yang mendapat nama Suci Astutiwati. Tetapi selanjutnya, kami memanggilnya Asti. Waktu itu dia tidak berbeda dari bayi lain yang pernah kulihat. Kecil mungil, terbungkus oleh pakaian yang bagiku terlalu seragam: selalu popok dan baju. Semua bayi yang kukenal berpakaian sama, sehingga tak ada yang membedakab yang satu dari lainnya.
Aku dapat tinggal kembali bersama orang tuaku. Rumah kami yang lindung, betapapun buruk dan tuanya, lebih ramah dan akrab daripada gedung besar kediaman sepupuku. Kebun kami yang tidak teratur, merupakan kawan yang setia dan dermawan, memberi berbagai buah segar, menerima kami bermain di bawah naungan pohon-pohonnya yang penuh ranting dan daunan. Aku juga menemukan kembali si jalak, kucing-kucingku, itik dan ayam yang ribut yang justru menggambarkan suasana keluarga dan rumah tangga. Dan tentu saja, padang ilalang yang meminggiri kali di belakang rumah kami.
Hari itu aku mengetahui bahwa kakakku yang sulung mempunyai pacar. Berita yang kukira istimewa itu kukabarkan kepada Maryam. Dengan tersenyum-senyum kakakku menjawab bahwa dia telah lama mengetahuinya. Bakal ipar kami bernama Utono, mengepalai kantor telepon di Kendal.  Dia bersama orang tuanya telah datang ke rumah kami untuk melamar. Beberapa waktu lagi kami akan ke Gajah, di dekat Demak, untuk merayakan pertunangan mereka. Utono bisa memikat hati adik-adik tunangannya. Terutama hatiku. Seakan-akan ia mengerti hawa alam merupakan kecintaanku. Kedua orang kakak perempuanku dan ibu banyak membantu pekerjaan. Kakak sulungku perlu menunjukkan kepada bakal mertuanya bahwa dia cekatan mengerjakan urusan rumah tangga. Kakak-kakakku lelaki menghilang, diajak oleh adik-adik bakal ipar kami. Utono menggunakan waktunya buat berkenalan lebih baik dengan aku. Upacara pertunangan tidak begitu mengesankan di hatiku. Kami anak-anak terdorong ke sana kemari. Ibu dan ayah terlalu sibuk, tidak memikirkan aku. Maryam demikian pula, turut melayani tamu bersama adik Utono dan gadis-gadis sebayanya. Setelah lewat pertunangannya, Utono sering datang ke rumah kami. Menurut cerita kakakku di kemudian hari, Ibu amat keras dan kolot dalam mendidik anak-anak perempuan. Heratih baru saja berkenalan dengan Utono. Kedua orang muda itu merasa saling cocok. Utono datang berkunjung, dan oleh kakakku diperkenalkan kepada orang tua kami.
Pulang dari sekolah, aku singgah di rumah sepupukku. Asti sudah kelihatan senyumannya. Edi lebih mudah mengenali huruf-huruf. Bibi telah pulih kekuatannya, meskipun selalu pucat. Dan kakaknya telah pulang ke Malang. Aku diberi kesempatan menggendong dan momong Asti. Pada waktu-waktu tertentu, menolong memberikan botol susu kepadanya. Bersama Edi, kami berdua bermain kanak-kanakan, tetapi kali itu mempergunakan bayi sungguh-sungguh. Bergantian kami mencicipi susunya, mencoba buburnya. Pada waktu bibi berada di kamar lain, kami mencuri mengangkat bayi yang sedang tidur di ranjangnya, kami gendong bergantian. Lalu cepat-cepat kami kembalikan. Kadang-kadang dia terus tidur, tetapi ada kalanya terbangun. Dalam hal itu,  dia tersenyum-senyum sambil menyuarakan ocehan yang bisa keluar dari mulutnya. Kami berdua bahagia oleh karenanya. Dia tidak menangis, sebab itu kami berkesimpulan bahwa Asti suka pada kami.
                             Saat terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh anak bangsa, suasana jadi menakutkan karena Jepang sering sekali melakukan tembakan – tembakan. Banyak mayat yang tergeletak di jalan – jalan, semua warga harus mematikan lampu pada malam hari dan harus menyerahkan harta benda kepada Jepang. Orang tua Dini melarang anak – anaknya untuk keluar rumah karena suasana pada saat itu sangat menakutkan. Hanya ayahnya bersama dengan warga – warga yang lain yang keluar dan memberi informasi yang terjadi kepada keluarga yang ada di rumah. Setelah beberapa hari, keadan mulai tenang kembali dan ada kabar yang sangat menggembirakan yaitu Indonesia telah merdeka


1.      Unsur Intrinsik :
1. Tema
Tentang perjuangan sebuah keluarga di tengah susahnya ekonomi pada saat penjajahan.
              2. Penokohan:
Dini                 : Gadis yang ceria, penurut dan cerdas. Watak Dini terdapat pada kutipan “Aku tidak pernah tidak naik kelas”.
Nugroho          : Patuh terhadap orang tua, terkadang jahil tetapi baik. Watak Nugroho terdapat pada kutipan “Ketika pada saat Ibu atau Heratih memalingkan muka, diambilnya makanan yang belum matang, cepat-cepat  dimasukkan ke dalam mulut.
Ayah               : Bijaksana, bertanggung jawab, suka menolong, tidak pernah putus asa dan rela berkorban. Watak ayah terdapat di kutipan “Memang, Bapak selalu mempunyai gagasan yang lain daripada yang lain”.
Ibu                  : Baik hati, penyayang, bijaksana dan pemurah. Watak ibi terdapat pada kutipan “Begitu bibi datang,pembantu segera disuruh membuat sambal rujak”
Heratih            : Baik , suka menolong. Watak Heratih terdapat pada kutipan “Heratih duduk di atas amben mencampur adonan di dalam sebuah wadah besar dengan kedua tangannya”
Teguh              : Jahil, lincah, sedikit nakal dan terkadang jahil. Watak Teguh terdapat pada kutipan “Kalau Ibu atau Heratih tidak melihat,  dari lima buah kue yang ada di tangannya, hanya tiga yang dihitung sambil bersuara keras, sisanya segera menghilang ke dalam saku celana pendeknya.”
Maryam           : Penurut dan baik. Watak Maryam terdapat pada kutipan “ Maryam dan aku sendiri boleh dikatakan tidak mengganggu”
Edi                  : lucu, ceria dan pintar. Watak Edi terdapat pada kutipan “Bergantian kami menjadi tokoh  yang kami jelmakan, lengkap dengan suara gamelan dari mulut”
3.Latar
Latar tempat      : Kamar, belakang rumah, halaman rumah,
Latar suasana    : Keceriaan, kesedihan, ketakutan.
Latar waktu       : Pagi, siang, dan malam
4. Alur
        Alur yang di gunakan dalam cerita ini adalah alur maju. Karena, dalam cerita memperkenalan tokoh-tokoh dalam cerita kemudian di lanjutkan dengan masalah-masalah yang mulai muncul.
5.Sudut Pandang
Sudut pandang orang pertama pelaku utama.
6. Amanat
Amanat dari novel ini yaitu “selama kau terkemuka dalam hidup ini, ditambah dengan sikapmu sendiri yang sopan, ramah dan sederhana, orang lain akan menghormati dan menyayangimu.”
2.      Unsur Ekstrinsik:
Nilai Moral          : Dini diajarkan orang tuanya untuk rendah hati. Terdapat pada kutipan “kalau ada kawan-kawanmu di sekolah mengejek atau memperlok-olok engkau, jangan malu. Kau boleh marah, itu hal yang biasa. Karena kalau kau tidak marah, berarti kau tidak mempunyai rasa harga diri.”
Nilai Sosial          : Ketika Jepang masuk ke rumah Dini dan ayah berusaha untuk mengusir mereka. Terdapat pada kutipan “Tapi bapak tidak menyahut, ia masuk ke sepen, cepat keluar sambil memegang sesuatu di tangannya.”
Nilai Budaya     : Semangat dalam membela tanah air. Terdapat pada kutipan “ Kalau aku sudah jadi pemuda, aku juga mau bertempur.”
Nilai Agama      : Suasana ketika bedug mahgrib berbunyi . Terdapat pada kutipan “  Ketika bedug berbunyi, ayah dan paman kembali.”
3.      Kelemahan dan Kelebihan
Kelebihan dari novel Padang Ilalang di Belakang Rumah yaitu Dini menggunakan bahasa sehari-hari dan ceritanya cukup menarik. Suasana yang terdapat dalam novel, dapat dirasakan oleh pembaca. Kelemahan novel Padang Ilalang di Belakang rumah yaitu banyak kata yang bertele-tele sehingga pembaca merasa sedikit bosan, dan ada beberapa  kata yang sulit dimengerti
4.      Kesimpulan

                        Novel ini layak dibaca oleh semua kalangan karena menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan cerita yang menarik. Novel ini juga menceritakan bagaimana susahnya hidup di saat masa-masa penjajahan. Cerita yang disajikan banyak memberikan pelajaran bagaimana arti saudara, arti kebersamaan dan kerukunan. Banyak teladan yang dapat diambil ketika membaca novel ini, seperti usaha  ibu untuk mempertahankan hidup keluargannya dan ayah yang berusaha melindungi keluarganya ketika terjadi perang.

Rabu, 12 Oktober 2016

Teladan Hidup Gus Dur


Teladan Hidup Gus Dur
Abdurrahman Addakhil lahir di Denanyar, Jombang, Jawa Timur pada tanggal 7 September 1940. Nama Abdurrahman Addakhil berarti “Sang Penakluk”. Nama beliau diganti menjadi Abdurrahman Wahid yang kerap disapa “Gus Dur”, Gus berarti mas atau abang. Gus Dur, anak pertama dari enam bersaudara. Beliau memiliki seorang kakek yang bernama KH Hasyim Asyari, seorang ulama terkemuka dan pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia. Saudara Gus Dur  yang lain bernama Salahuddin Wahid dan Lily Wahid. Gus Dur menikah dengan Sinta Nuriyah dan dikaruniai empat orang anak perempuan yang bernama Alissa Qotruunada, Zannuba Ariffah Chafsoh, Anita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari.

Pendidikan Gus Dur
Gus Dur menempuh ilmu di Jakarta dengan masuk SD Kris sebelum pindah ke SD Matraman Perwari. Gus Dur terus tinggal di Jakarta dengan keluarganya meskipun ayahnya sudah tidak menjadi menteri agama pada tahun 1952. Pada April 1953, ayah Wahid meninggal dunia akibat kecelakaan mobil.Pada tahun 1954, pendidikannya berlanjut dengan masuk ke sekolah menengah pertama, tetapi pada saat itu tidak naik kelas. Lalu, ibunya mengirimnya ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikan. Setelah lulus dari SMP pada tahun 1957, Gus Dur memulai pendidikan muslim di sebuah pesantren yang bernama Pesantren Tegalrejo di Kota Magelang. Pada tahun 1959, ia pindah ke Pesantren Tambakberas di Kota Jombang. Sementara melanjutkan pendidikannya, ia juga menerima pekerjaan pertamanya sebagai seorang guru di sekolah Madrasah.
Dalam kesehariannya, Gus Dur gemar membaca dan rajin memanfaatkan perpustakaan pribadi ayahnya. Selain itu,  ia juga aktif berkunjung ke perpustakaan umum di Jakarta. Pada usia belasan tahun, Gus Dur  akrab dengan berbagai majalah, surat kabar, novel dan buku. Karya-karya yang dibaca oleh Gus Dur tidak hanya cerita-cerita, akan tetapi wacana tentang filsafat dan dokumen manca negara tidak luput dari perhatianya. Di samping membaca, Gus Dur juga senang  bermain bola, catur dan musik.

Karir dan Pekerjaan
Gus Dur , seorang tokoh bangsa yang berjuang melawan radikalisme agama. Ketika radikalisme agama sedang menyerang, Gus Dur menentangnya dengan berani. Beliau  menentang semua masalah yang mengatasnamakan agama. Dia juga sosok pejuang yang tidak mengenal hambatan. Gus Dur dalam pemerintahannya telah menghapus praktik diskriminasi di Indonesia. Beliau mendapatkan penghargaan sebagai Bapak Pluralisme dan Demokratis di Indonesia. Dia juga sangat aktif dalam berorganisasi. Sejak masih kuliah, ia sudah terlibat dengan organisasi seperti Asosiasi Pelajar Indonesia dan aktif menulis di majalah yang diterbitkan asosiasi tersebut.

Gus Dur menjadi Presiden ke-4
Terpilihnya beliau menjadi seorang Presiden banyak orang menyatakan karena adanya “kecelakaan”. Namun , itulah kehendak Tuhan. Walaupun masa jabatan beliau cukup singkat,  tidak membuat beliau di lupakan oleh masyarakat. Keberanian yang beliau miliki, telah menjadi suatu catatan tersendiri bagi masyarakat. Dengan keterbatasan beliau secara fisik, beliau mampu menunjukkan kinerja yang cukup optimal bagi bangsa ini. Di antara keberanian yang beliau lakukan adalah memecat beberapa orang menteri yang di anggap tidak mampu bekerjasama dengan beliau untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa ini. Penyelenggaraan pemerintahannya dibantu oleh Kabinet Persatuan Nasional. Masa kepresidenan Gus Dur mulai tanggal 20 Oktober 1999 dan berakhir pada 23 Juli 2001 yang kemudian digantikan oleh Megawati Soekarnoputri.

Keteladanan Gus Dur
            Dalam diri Gus Dur, terdapat sifat yang jarang ditemui di kalangan masyarakat yakni tidak membeda-bedakan manusia. Tampak jelas ketika Gus Dur melakukan pembelaan dan pemihakan terhadap kaum tertindas. Beliau berpikir dan berjuang untuk menciptakan keadilan di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, Gus Dur juga menghapus diskriminasi dalam masyarakat. Kesederhanaan yang dimiliki Gus Dur juga menjadi suatu sifat yang patut diteladani dalam kehidupan bermasyarakat. Sepanjang hidupnya, Gus Dur memberi teladan dan menekankan pentingnya menjunjung tinggi persaudaraan dalam masyarakat, bahkan terhadap yang berbeda keyakinan dan pemikiran. Gus Dur selalu mendorong tumbuhnya jiwa-jiwa merdeka yang mampu membebaskan dirinya dari manusia lain. Dia juga mengedepankan kesabaran dalam menjalani proses yang berat demi mencapai hasil yang baik.

Gelar yang Diterima Gus Dur
Gelar pertama yang diterima Gus Dur yaitu Doktor Kehormatan bidang Filsafat Hukum dari Universitas Thammasat, Bangkok, Thailand pada tahun 2000. Di tahun yang sama, beliau juga mendapat banyak gelar yakni Doktor Kehormatan dari Asian Institute of Technology di Bangkok; Doktor Kehormatan bidang Ilmu Hukum dan Politik, Ilmu Ekonomi dan Manajemen, dan Ilmu Humaniora dari Pantheon Universitas Sorbonne di Paris; Doktor Kehormatan dari Universitas Chulalongkorn di Bangkok; Doktor Kehormatan dari Universitas Twente di Belanda (2000); dan Doktor Kehormatan dari Universitas Jawaharlal di India. Pada tahun 2002, beliau mendapat gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Soka Gakkai di Tokyo, Jepang. Setahun kemudian, Gus Dur juga mendapat banyak gelar yaitu Doktor Kehormatan bidang Kemanusiaan dari Universitas di Israel; Doktor Kehormatan bidang Hukum dari Universitas Konkuk dan Doktor Kehormatan dari Universitas Sun Moon di Korea Selatan.

Wafatnya Gus Dur

Gus Dur meninggal disebabkan oleh penyakit yang dideritanya sejak menjabat sebagai seorang presiden. Dia menderita serangan stroke, diabetes, dan gangguan ginjal. Beliau juga menderita gangguan penglihatan sehingga dia memerlukan seseorang untuk membacakan isi surat dan bukunya. Sebelum wafat, beliau menjalani cuci darah rutin. Beliau tutup usia saat berusia 69 tahun. Gus Dur wafat pada hari Rabu, 30 Desember 2009 di Rumah sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta pada pukul 18.45 WIB akibat komplikasi penyakit tersebut. Beliau dimakamkan di Pemakaman Maqbarah.

sumber :  https://id.wikipedia.org/wiki/Abdurrahman_Wahid
 profil.merdeka.com/indonesia/a/abdurrahman-wahid/


Jumat, 16 September 2016

Proposal Lomba Menulis Cerpen



Proposal Lomba Menulis Cerpen

A. Latar Belakang
            Seiring perkembangan zaman dan teknologi sebagian remaja mulai terikat dengan media sosial sehingga minat mereka untuk membuat cerpen yang bernilai sastra mulai menyusut. Biasanya, para remaja menggunakan bahasa sehari-hari dan menyebabkan nilai estetika dari sastra tersebut mulai berkurang. Banyak pelajar yang memendam minat dan bakat menulisnya. Minat menulis di kalangan siswa-siswi khususnya pada Kabupaten Labuhanbatu mulai pudar.  Oleh karena itu,  penting sekali upaya-upaya untuk meningkatkan minat siswa dalam menulis cerpen.
            Dalam rangka merayakan hari Sumpah Pemuda, OSIS mengadakan acara lomba menulis cerpen antarsekolah di Kabupaten Labuhanbatu. Kegiatan menulis cerpen ini diadakan agar siswa dapat mengasah dan mengembangkan bakatnya, dan juga menimbulkan minat serta ketertarikan  siswa dalam bidang sastra. Selain itu,  siswa dapat diberikan suatu kebebasan dalam menyalurkan keahlian di bidang menulis.

B. Tujuan
1. Agar siswa di Kabupaten Labuhanbatu dapat mengasah dan mengembangkan bakatnya
2. Menimbulkan minat serta ketertarikan siswa dalam bidang sastra

C.  Tema
Melalui kegiatan lomba menulis cerpen, kita dapat mengembangkan bakat menulis siswa di Kabupaten Labuhanbatu

D. Kepanitiaan
     Penasihat                                        : Ketua Yayasan Perguruan Methodist-2
     Penanggung Jawab                         : Kepala Sekolah SMA Methodist 2
     Ketua Panitia                                  : Hanson Tanady
     Anggota                                         : 1. Nelly Florentina    (Seksi Acara)
                                                  2. Tasya Agnes          (Seksi Peralatan)
                                                  3.  Tania  Agnes        (Dokumentasi)
                                                  4. Nicky Wijaya        (Seksi Dana)
                                                  5. Erwin Calvin         (Seksi Konsumsi)
E. Jadwal
1. Pendaftaran
biaya pendaftaran                                  : Rp 20.000/ siswa
hari,tanggal                                            : Senin,17 Oktober 2016
waktu                                                     : 08.00-10.00 WIB
tempat                                                    : Aula Methodist-2 Rantauprapat
penanggung jawab                                 : Salce Mangkuji
2. Pelaksana Lomba
hari, tanggal                                           : Kamis,20 Oktober 2016
waktu                                                     : 10.00-12.00 WIB
tempat                                                    : Lapangan Methodist-2 Rantauprapat
penanggung jawab                                 : Salce Mangkuji


F. Anggaran
1. Pemasukan
Dana dari OSIS                                                                         : Rp    550.000
Sponsor dari erlangga                                                                : Rp 1.000.000
Sponsor dari zee                                                                        : Rp    850.000
Sumbangan dari beberapa orang tua siswa                                : Rp    450.000
50 siswa x Rp 20.000 (uang pendaftaran)                                 : Rp 1.000.000                        +
                                                                                                                                               
Total                                                                                          : Rp 3.850.000

G. Pengeluaran
Hadiah juara 1                                                                           : Rp  350.000
Hadiah juara 2                                                                           : Rp  300.000
Hadiah juara 3                                                                           : Rp  250.000
Juri (3xRp 400.000)                                                                   : Rp 1.200.000
Konsumsi (50xRp 10.000)                                                        : Rp   500.000             +
                                                                                                                                        Total                                                                                          : Rp 2.330.000

H. Penutupan
     Berkat dukungan dari segala pihak kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar. Oleh karena itu, panitia mengucapkan terima kasih.
Penanggung Jawab                                                                         Ketua Panitia

 (                                     )                                                           (                                   )
Salce Mangkuji                                                                          Hanson Tanady

Jumat, 20 Mei 2016

Silahkan menjawab soal UN 2016 ini. Terima Kasih


UN 2016
Bacalah Kutipan tajuk rencana berikut untuk menjawab soal no 1 dan 2
 Kendali dan pengawasan laut di perairan Indonesia masih sangat lemah karena minimnya anggaran operasional kapal pengawas laut. Yang lebih menyedihkkan, anggaran operasional untuk pengawasan laut, dari tahun ke tahun, terus menurun. Jika sebelumnya masih bisa 200 hari dari 365 hari operasional dalam setahun, sekarang hanya untuk 120 hari saja. Menteri Kelautan Perikanan, mengungkapkan di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/6) , bahwa untuk sekitar 5,58 juta kilometer persegi wilayah laut Indonesia, hanya terdapat 27 kapal untuk operasional pengawasan. Bahkan, yang lebih memprihatinkan, untuk mengawasi pengawasan Zona Eksklusif Ekonomi hanya ada tujuh kapal. Pemerintah seharusnya dapat mengucurkan anggaran yang lebih realistis untuk pengawasan laut perairan Indonesia.
1.      Opini penulis dalam kutipan tajuk rencana tersebut adalah...
      A.     Minimnya anggaran operasional kapal menjadi masalah dalam pengawasan laut.  
     B.   Pengawasan laut di perairan Indonesia sangat memprihantinkan karena kinerja menteri yang buruk.
C.     Anggaran operasional untuk pengawasan laut terus menerus setiap tahun.
D.     Pemerintah seharusnya dapat mengucurkan anggaran yang lebih realistis.
E.      Pengawasan laut di perairan Indonesia sangat lemah karena pengawas tidak menjalankan tugas dengan baik.

2.      Pihak yang dituju oleh penulis dalam kutipan tajuk rencana tersebut adalah...
A.     Departemen Kelautan dan Perikanan
B.     Menteri Kelautan dan Perikanan
C.     Petugas Pengawasan laut di perairan Indonesia
D.     Pecinta lingkungan
E.      Pemerintah Indonesia

UN 2016
3.      Bacalah biografi berikut!
Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1989. Ia terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan tahun Saka berganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara. Semenjak itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya dapat dekat dengan rakyat , baik secara fisik maupun batin. Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsa.

Keteladanan Ki Hajar Dewantara adalah...
A.     Mau meninggalkan gelar kebangsawanannya.
B.     Terlahir dengan menyandang gelar bangsawan.
C.     Berjuang demi kepentingan bangsanya.
D.     Mengganti nama tanpa gelar bangsawan.
E.      Sangat pandai bergaul dengan siapa pun.

UN 2016
4.      Bacalah paragraf berikut!
Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Juli 1922. Dia dibesarkan dalam keluarga yang cukup berantakan. Setelah lulus SMA, Chairil mengikuti ibunya ke Jakarta. Semasa kecil di Medan, Chairil sangat dekat dengan neneknya. Kedekatan ini begitu memberikan kesan. Dalam hidupnya, ia jarang berduka. Salah satu kepedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal dunia. Chairil melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih. Sesudah nenek, ibu adalah wanita kedua yang Chairil puja. Dan di depan ibunya, Chairil acapkali kehilangan sisinya yang selalu ingin bebas. Beberapa puisi Chairil juga menunjukkan kecintaan pada ibunya.

Apa yang membuat Chairil Anwar sangat berduka?
A.     Kehidupan orang tuanya yang berantakan.
B.     Sikap ayahnya kepada ibunya.
C.     Kehidupan Chairil Anwar semasa kecil.
D.     Kehidupan Chairil Anwar yang suram.
E.      Neneknya meninggal dunia.

UN 2016
Bacalah Paragraf berikut untuk menjawab soal nomor 5 s.d. 7!
(1) sudah sejak lama para ilmuwan mengkhawatirkan akibat rumah kaca. (2) hal ini karena bisa merusak lingkungan. (3) salah satu akibatnya yang sudah terasa adalah meningkatnya suhu permukaan yang sangat ekstrem. (4) hal tersebut dapat mengakibatkan kemampuannya menyerap karbondioksida di atmosfer.

   5.      Ide pokok paragraf tersebut adalah...
       A.     Akibat rumah kaca
       B.     Peningkatan suhu
       C.     Perubahan iklim
       D.     Terganggunya suhu udara
       E.      Penyerapan karbondioksida

6.      Tujuan penulis dalam paragraf tersebut adalah...
1.      Menceritakan ilmuwan yang sedang khawatir.
2.      Menceriakan akibat rumah kaca terhadap atmosfer.
3.      Membuktikan akibat rumah kaca terhadap lingkungan.
4.      Menjelaskan akibat rumah kaca terhadap lingkungan.
5.      Membuktikan meningkatnya suhu permukaan bumi.
7.      Kalimat yang menggunakan kata tidak baku adalah...
A.     (1)
B.     (2)
C.     (3)
D.     (4)
E.      (5)

UN 2016
Bacalah paragraf berikut untuk menjawab soal nomor 8 dan 9!
(1) Minuman dapat dibedakan menjadi dua jenis. (2) Minuman yang berkhasiat bagi tubuh dan minuman penghilang rasa haus. (3) Minuman yang berkhasiat bagi tubuh dapat dibuat dari sayuran dan buath-buahanyang diblender menjadi jus. (4) Jus banyak mengandung vitamin dan serat yang baik untuk kesehatan danbermanfaat bagi daya tahan tubuh. (5) Banyak orang menjual jus di pinggiran jalan.

8.      Kalimat yang tidak padu adalah nomor....
A.     (1) 
B.     (2)
C.     (3)
D.     (4)
E.      (5)
9.      Mengapa jus termasuk jenis minuman yang berkhasiat bagi tubuh?
A.     Menghilangkan haus
B.     Rasanya enak dan segar.
C.     Dijual di pinggir jalan.
D.     Banyak yang menyukai.
E.      Mengandung vitamin dan serat.

UN 2016
10.  Bacalah paragraf berikut!
(1) Banyak daerah yang kurang siap mengelola keuangannya. (2) Mulai dari penyusunan proyek dan anggaran, pembahasan, sampai dengan implementasinya. (3) Keuangan daerah memang banyak bermasalah akibat kapasitas daerah yang kedodoran. (4) padahal, sebanyak 65 persen belanja negara telah mengalir ke daerah. (5) Inilah untuk pertama kalinya anggaran belanja negara melampaui Rp 1.000 triliun. 

Kalimat yang berupa fakta pada paragraf tersebut adalah....
A.     (1) dan (2)
B.     (2) dan (3) 
C.     (3) dan (4)
D.     (3) dan (5)
E.      (4) dan (5)

UN 2016
Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 11 dan 12!
(1) industri kimia seperti alkohol, dalam proses pembuatannya membutuhkan air yang sangat banyak. (2) Akibatnya, limbah cairan yang dikeluarkan ke lingkungan sekitarnya menjadi banyak pula. (3) Air limbah ini mengandung mikroorganisme, senyawa organik dan anorganik, serta senyawa tambahan yang terbentuk karena proses fermentasi. (4) Industri ini mempunyai limbah cair dari air sisa pencucian peralatan limbah padat berupa uap alkohol. (5) Limbah ini termasuk limbah bahan beracun berbahaya yang mencemari air dan udara.
11.  Kalimat utama paragraf tersebut adalah nomor....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)
12.  Makna fermentasi dalam paragraf tesebut adalah....
A.     Pencampuran
B.     Pemisahan
C.     Pewarnaan
D.     Pemcemaran
E.      Peragian

UN 2016
13.  Cermatilah teks berikut!

Teks 1
   Kehadiran Komet  Ikeya-Seki yang dapat dilihat secara mata telanjang dan penampakannya berlangsung berhari-hari membuat beredar isu- kala itu bahwa akan terjadi mala petaka besar. Isu itu kian membuat ngeri ketika orang-orang dapat menyaksikan secara jelas ekor Komet Ikeya-Seki yang tampak begitu besar seolah-olah akan membelah angkasa.

Teks 2
   Gerhana bulan muncul apabila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5, tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 titik potong yang disebut node, yaitu titik tempat bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan berposisi pada node tersebut. bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. seharusnya, jika terjadi gerhana bulan akan diikuti dengan gerhana matahari dan kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari dengan bumi.

Persamaan kedua teks tersebut adalah...
A.     Membahas peristiwa malapetaka di bumi akibat komet
B.     Menjelaskan gejala alam yang muncul di malam hari
C.     Menguraikan perpindahan bintang atau planet di alam
D.     Memperkirakan timbulnya bencana akibat perubahan alam
E.      Membicarakan gejala alam yang terjadi di ruang angkasa

UN 2016
Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor 14 s.d. 16!
(1) “Bung, tolong matikan rokoknya, bus ini akan tambah pengap dengan asap rokok Bung!”
(2) “Iya, tolong matikan rokoknya,” kata penumpang lain.
(3) Akan tetapi, pemuda itu tenang-tenang saja
(4) “Bung, tidak dengar, ya?”
(5) Pemuda itu menatap tajam.
(6) “Peduli apa, Pak. Tak ada larangan merokok dalam bus ini. Apa harus minta permisi dulu untuk merokok,” katanya ketus.

(Asap-Asap Rokok, Hidayat M.)

14.  Pernyataan yang mengungkapkan pemuda perokok berwatak sangat egois. Hal itu dapat dibuktikan pada kalimat ...
A.     (1), (3), dan (5)
B.     (1), (4), dan (6)
C.     (2), (3), dan (4)
D.     (2), (4), dan (6)
E.      (3), (5), dan (6)

15.  Nilai sosial yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah...
A.     Tidak peduli dengan kepentingan orang lain
B.     Tetap merokok di dala bus
C.     Marah kepada pemuda perokok
D.     Merasa tidak berdosa
E.      Menjawab pertanyaan dengan ketus

16.  Amanat yang terkandung dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...
A.     Jangan mengganggu orang lain.
B.     Cari bus yang bebas untuk merokok.
C.     Jangan bersikap acuh tak acuh.
D.     Jangan berkata ketus terhadap orang lain.
E.      Hormatilah kepentingan orang lain di tempat umum.

UN 2016
17.  Bacalah dua pantun berikut!
Pantun 1
Orang naik menjerat rusa
Rusa digulai diberi sambal
Orang baik ingat usia
Usia dipakai mencari bekal
Pantun 2
Daun terap di atas dulang
Anak udang mati di tuba
Dalam kitab ada terlarang
Yang haram jangan dicoba-coba

Perbedaan isi pantun tersebut adalah...

Pantun 1
Pantun 2
A

B

C

D

E
Berpesan agar kita membawa bekal.

Hidup hendaknya digunakan untuk mencari bekal ke akhirat.
Menjerat rusa dapat digunakan sebagai bekal.
Daging rusa enak dimakan jika diberi sambal.
Gulai rusa sangat baik untuk orang lanjut usia.
Berpesan agar tidak melakukan hal yang haram.
Kita tidak boleh melakukan hal yang terlarang.
Kita dapat mencari udang di dulang.

Kitab terlarang tidak boleh dibaca.

Hal yang haram tidak boleh dicoba-coba.

UN 2016
 Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor 18 s.d. 20!
            (1) Air mataku mengalir deras membaca surat Nurul. Aku tak tahu harus berbuat apalagi. Hatiku ikut pilu. (2) “Sayang, apa isinya sampai kau menangis?” Tanya Aisya sambil mengusap air mata di pipiku dengan ujung jilbabnya. Kutatap wajah istriku. (3) Haruskah aku berterus terang padanya? Aku tak ingin membuat dirinya kacau dan cemburu. Aku harus melindungi ketenangan jiwanya. Yang jelas aku sama sekali tidak mau mengkhianatinya. (4) Bisa jadi aku berterus terang, dia bisa menerima usulan Nurul, tapi aku telah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan memadu istriku. (5) Aisha adalah perempuanku yang pertama dan terakhir.
(Ayat-ayat Cinta, Habiburrahman El Shirazy)
18.  Penggambaran watak aku yang setia kepada istrinya diungkapkan melalui ...
A.     Uraian langsung
B.     Lingkungan tokoh
C.     Tanggapan tokoh lain
D.     Perilaku tokoh
E.      Pikiran tokoh

19.  Pernyataan yang membuktikan latar suasana haru terdapat dalam kalimat ....
A.     (1) dan (2)
B.     (1) dan (3)
C.     (2) dan (5)
D.     (3) dan (4)
E.      (4) dan (5)

20.  Konflik pada tokoh “aku” dalam kutipan tersebut adalah...
A.     Tidak mampu berterus terang
B.     Lebih menyayangi istrinya
C.     Lebih mempercayai Nurul
D.     Tidak mampu berbuat apa-apa
E.      Tidak mampu menenangkan jiwa istrinya

UN 2016
21.  Bacalah kutipan cerpen berikut!

Teks 1
Teks 2
Ada banyak Banun di perkampungan lereng bukit yang sejak dulu tanahnya subur hingga tersohor sebagai daerah penghasil padi kwalitet nomor satu itu. Pertama, Banun dukun patah-tulang yang dangau usangnya kerap didatangi laki-laki pekerja keras bila pinggang atau pangkal lenannya terkilir akibat terlampau bergairah mengayun cangkul. Disebut-sebut, kemampuan turun-temurun Banun ini tak hanya ampuh mengobati patah tulang.


Banun, Damhuru Muhammad
Begitulah pentingnya Makaji. Tanpa campur tangannya, kenduri terasa hambar, sehambar gulai kambing dan gulai rebung karena bumbu-bumbu tak diracik oleh tangan dingin lelaki itu. Makaji tidak pernah keberatan membantu keluarga mana saja yang hendak menggelar pesta. Makaji tak pilih kasih,, meski ia satu-satunya juru masak yang masih tersisa di Lareh Panjang.


Juru Masak, Damhuri Muhammad

Persamaan unsur intrinsik kedua tersebut adalah...
A.     Menceritakan seseorang yang menjadi bahan pembicaraan di lingkungannya.
B.     Banyak tokoh sebagai orang seperti Banun dan juru masak.
C.     Pekerjaan kedua tokoh cerita sangat berat.
D.     Hasil pekerjaan tokoh cerita sangat mengagumkan.
E.      Latar kedua cerita berada di keluarga berada.

UN 2016
22.  Bacalah kutipan berikut!
Satpol PP         : “Maaf, Pak, kami ditugaskan oleh pemerintah untuk menggusur wilayah ini.”
Warga              : “ Ya. Kok pemerintah tidak memberitahukan terlebih dahulu bahwa wilayah ini akan digusur.”
Satpol PP         : “Memang Pak, maksud saya memberitahukan kepada warga terlebih dahulu, jadi sekali lagi maaf ya, Pak, wilayah ini akan digusur.”
Warga              : “Baikah Pak, kami akan bersiap-siap sebelum penggusuran diadakan.”
Satpol PP         : “Oo, ya sudah. Kami akan datang kembali untuk penggusuran setelah tempat penampungan warga disediakan.”
Warga                 : “Oke, terima kasih, Pak.”

Hal utama yang disepakati dalam kutipan tersebut adalah...
A.     Perlu adanya penggusuran wilayah secepatnya.
B.     Penggusuran harus secepatnya dilaksanakan.
C.     Adanya pemberitahuan sebelum penggusuran dilaksanakan.
D.     Adanya fasilitas tempat tinggal yang memadai untuk yang terkena gusuran.
E.      Penggusuran sebaiknya tidak perlu diberitahukan kepada masyarakat.

UN 2016
23.  Cermatilah teks gurindam berikut!

Keaiban orang jangan dibuka
Keaiban sendiri hendaklah sangka

Maksud gurindam tersebut adalah ....
A.     Tidak baik membicarakan kesalahan orang lain di hadapan umum.
B.     Tidak baik membuka kesalahan diri sendiri dan usahakan memperbaikinya.
C.     Lebih baik mengoreksi diri sendiri daripada membicarakan kejelekan orang lain.
D.     Hindarkan sifat ingin mengetahui kekurangan orang lain.
E.      Kejelekan diri sendiri tidak pantas dibicarakan dengan orang lain.

UN 2016
24.  Cermatilah kutipan berikut!

Tiap-tiap pemuda yang bersekolah di Betawi datang bertamasya di Danau Singkarak atau ke Sawahlunto dan singgah ke Solok, belum pernah mereka melampaui sebuah rumah kecil yang amat bersih rupanya.  Rumah itu dibeli oleh ibu Hanafi dan di sanalah ia tinggal bersama Rapiah karena perlu menyekolahkan Syafei. Rapiah tidak suka bercerai lagi dengan mertuanya yang sudah dipandangnya sebagai ibu kandungnya, sedangkan ibu Hanafi pun berkata hendak menurutkan orang kedua itu ke mana perginya.
Rapiah tetap menolak hendak dipersuamikan. Ia berkata tak sampai hati akan memberi ayah tiri kepada Syafei.
Ibu Hanafi memerlukan benar menyembelih ayam, tiap-tiap kedatangan anak-anak sekolah dari Betawi. Pemuda-pemuda itu senang sekali datang berkunjung ke rumah orang yang peramah dan bijaksana itu.

Hal dalam kutipan yang terkait dengan kehidupan bermasyarakat sekarang adalah...
A.     Jika bertamasya ke Danau Singkarak atau Sawahlunto singgah ke rumah sanak saudara di sana.
B.     Hendaklah kita mengunjungi keluarga kita yang ada di daerah.
C.     Suatu keluarga menyiapkan hidangan yang baik untuk menjamu tamu.
D.     Ibu mertua dan anak menantu perempuan selalu bersama dalam melakukan sesuatu.
E.      Tidak menikah lagi sesudah suami meninggal demi masa depan anak yang dicintai.

UN 2016
Cermati teks berikut untuk mengerjakan soal nomor 25 dan 26!

Saat ini marak terjadi penebangan pohon secara liar. Hal ini dilakukan oleh cukong-cukong yang tak bertanggung jawab dengan seenaknyaa saja membabat hutan tanpa menanaminya kembali. Tak hanya maraknya penebangan pohon, tanah-tanah telah kehilangan fungsinya sebagai sumber resapan air dikarenakan pembangunan yang terjadi secara luas dan masif  tanpa mengindahkan lingkungan. Ditambah lagi dengan kebiasaan buruk para manusia yang tinggal di sekitar sungai. Mereka dengan sengaja membuang sampah di sungai sehingga sungai menjadi dangkal karena sampah yang menumpuk di permukaan sungai. Bahkan, mereka juga membangun rumah-rumah di pinggiran sungai yang menambah kesemrawutan wilayah sungai. Oleh karena itu, tidaklah heran mengapa bencana  banjir sering terjadi pada musim penghujan.

25.  Pernyataan sebab akibat yang sesuai dengan isi teks tersebut adalah...
A.     Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya harus menjadi keseharian hidup kita.
B.     Ulah para cukong yang tidak bertanggung jawab dengan membabat hutan menyebabkan tiadanya resapan air.
C.     Rasa bersalah masyarakat membuang sampah sembarangan menyebabkan saluran air tidak berfungsi.
D.     Penebangan hutan, tiadanya resapan air, membuang sampah di sungai, dan memperkecil daerah aliran sungai menjadi penyebab banjir di musim penghujan.
E.      Pendangkalan sungai karena sampah yang dibuang masyarakat mengakibatkan daerah alirannya menjadi sempit

26.  Makna cukong dalam teks tersebut adalah...
A.     Merambah hutan
B.     Pembuka hutan
C.     Pemilik modal
D.     Pencari modal
E.      Pekerja harian
UN 2016
27.   Bacalah kalimat-kalimat berikut!
Kalimat pendapat : Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh
Kalimat argumentasi :
(1) Pendidikan mampu mengubah dunia
(2) Pendidikan adalah sarana untuk mempelajari banyak hal
(3) Pendidikan meningkatkan kualitas suatu negara
(4) Pendidikan anak ini telah menghabiskan biaya yang sangat banyak
(5) Pendidikan yang dijalani rakyat sulit ditempuh pada waktu itu
Kalimat argumentasi yang mendukung pendapat tersebut adalah...
A.     (1), (2), dan (3)
B.     (1), (3), dan (4)
C.     (1), (4) dan (5)
D.     (2), (4) dan (5)
E.      (3), (4) dan (5)

UN 2016
28.  Bacalah teks berikut!

(1) siapkan blender
(2) Masukkan buah strawberi ke dalam blender.
(3) Masukkan air, es batu, dan gula secukupnya
(4) Nyalakan blender dan tunggu hingga seluruhnya tercampur.
(5) Setelah selesai, matikan blender dan tuang jus ke dalam gelas.
(6) Jus strawberi dalam gelas siap dihidangkan.

Kalimat deklaratif (berita/pernyataan) yang terdapat dalam langkah-langkah tersebut terdapat pada nomor ...
A.     (1)
B.     (2)
C.     (3)
D.     (5)
E.      (6)

UN 2016
29.  Perhatikan urutan kalimat berikut!
(1) Kupas bawang bombai dan iris tipis-tipis
(2) Haluskan semua bumbu!
(3) Campurkan semua bahan dngan bumbu yang sudah dihaluskan!
(4) Masukkan bahan tersebut ke dalam cetakan!
(5) Hidangan siap disajikan.
(6) Panaskan dalam oven dengan temperatur 80áµ’C selama 20 menit
(7) Siapkan peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan!

Urutan kalimat tersebut yang tepat agar menjadi paragraf eksposisi yang padu adalah...
A.        (7), (2), (1), (3), (4), (6), dan (5)
B.        (7), (2), (1), (4), (3), (6), dan (5)
C.        (7), (1), (2), (3), (4), (6), dan (5)
D.        (7), (1), (2), (4), (3), (6), dan (5)
E.         (7), (1), (2), (3), (6), (4), dan (5)

UN 2016
30.  Bacalah paragraf berikut!
Saya heran dengan sikap kamu ini, Marni. Kami sudah meminta ketegasan kamu untuk tidak ikut serta dalam aksi yang tidak menguntungkan itu. ... kamu ... akan ikut juga hari ini. Percayalah, Mar, apa yang kamu lakukan itu akan merugikan yang tidak bersalah. Kalau kamu akan ... nasib mereka bukan dengan cara ini. Cobalah kamu renungkan lagi sebelum kamu bertindak.

Kata yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah...
A.     Kemarin, katanya, diubahnya
B.     Kemarin, mengatakan, mengubah
C.     Kemaren, katakan, merubah
D.     Kemarin, bilangnya, berubah
E.      Kemaren, katanya, perubahan

UN 2016
31.  Cermati kalimat berikut!
Kalau persiapan yang efektif hanya enam bulan, sulit jika atlet Indonesia harus mendulang medali lebih banyak.
Kalimat yang logis untuk mendukung kalimat argumentasi tersebut adalah...
A.     Vietnam mampu menjadi terbaik karena telah mempersiapkan diri sebelumnya.
B.     Kekalahan Indonesia seharusnya dijadika pelajaran berharga bagi para pelatih dan pemain.
C.     Wajar jika atlet Indonesia mendapatkan sedikit medali karena persiapan yang begitu singkat, yaitu enam bulan.
D.     Atlet Indonesia bisa mengalahkan negara-negara ASEAN lainnya, bila mempersiapkan diri dengan baik.
E.      Waktu enam bulan cukup efektif bagi atlet Indonesia berlaga di Asia Game jika pelatihnya profesional.

UN 2016
32.  Bacalah Paragraf berikut!
Pukul 04.30 Dini bangun dari tidurnya. Sesudah itu dia berjalan menuju kamar mandi. Sesudah mandi, segera dia mengambil baju seragam. Sewaktu sedang berpakaian, dia teringat kalau dia harus berangkat lebih awal. Selanjutnya dia berbenah diri. Lalu dia sudah berada di atas sepeda motor siap menuju sekolah.

Konjungsi (kata penghubung) yang tepat untuk mengganti kata bercetak miring adalah...
A.     Setelah itu, setelah, ketika, selanjutnya, beberapa lama kemudian
B.     Kemudian, setelah, ketika, kemudian, tak lama kemudian
C.     Kemudian, setelah, sewaktu, kemudian, setelah itu
D.     Setelah itu, setelah, sewaktu, selanjutnya, tak lama kemudian
E.      Kemudian, setelah, sewaktu, kemudian, beberapa lama kemudian

UN 2016
33.  Bacalah kalimat-kalimat berikut!
(1) Pada saat liburan yang lalu, kami sekeluarga berlibur ke Pantai Parangtritis.
(2) Kami sengaja berangkat pagi supaya perjalanan kami lancar, tidak terjebak oleh kemacetan.
(3) Tepat pukul 06.00, kami berangkat dari rumah.
(4) Pukul 09.15 kami sudah tiba di Pantai Parangtritis.
(5) Meskipun perjalanan kami agak lama, tapi hatiku tetap riang.
(6) Tak lama kemudian, aku, adik, dan kakakku sudah asyik bermain air di pinggir pantai.
(7) Wow ... Betapa indah pantai Parangtritis
(8) Pukul 13.30 kami mulai meninggalkan Pantai Parangtritis untuk melanjutkan liburan ke tempat lain.
(9) Karena asyiknya kami bermain air, tak terasa matahari sudah berada di atas kepala kami.
Urutan kalimat yang tepat untuk membentuk paragraf yang padu adalah ....
A.     (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8), dan (9)
B.     (1), (3), (2), (5), (4), (7), (6), (9), dan (8)
C.     (1), (3), (5), (7), (4), (2), (6), (8), dan (9)
D.     (1), (4), (5), (2), (6), (7), (9), (3) dan (8)
E.      (1), (4), (6), (8), (2), (3), (5), (7), dan (9)

UN 2016
34.  Cermati paragraf berikut!
Sebagai seorang ... , Pak Rahman harus dapat bersikap bijaksana kepada seluruh karyawan. Ia harus dapat ... dengan baik, segala keputusan. Semuanya harus dipikirkan secara baik agar dapat menguntungkan semua pihak. Hal ini dapat memengaruhi  ... perusahaan.

Kata serapan untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ...
A.     Manajer, memanajemeni, produktivitas
B.     Manajer, manajemen, produksi
C.     Manager, memanagemen, produsen
D.     Manager, managemen, produk
E.      Manajer, memenejemen, produktif

UN 2016
35.   Cermati paragraf berikut!
Sepanjang tahun 2011, bank-bank nasional mampu menikmati kenaikan laba cukup besar. Jika, bank-bank asing yang beroperasi di Indonesia malah bernasib beda. Sejumlah bank harus rela memperoleh laba pada tahun 2011 lebih kecil dibandingkan tahun 2010.
Mengutip laporan keuangan publikasi bank di situs Bank Indonesia (BI), tiga perusahaan mencatat penurunan laba. Laba Cathy Bank menurun sehingga melambatnya bisnis perusahaan pascasanksi BI di divisi konsumen. Pendapatan pun turun, setidaknya beban usaha meningkat.

Kata penghubung untuk mengganti kata yang bercetak miring pada paragraf tersebut adalah ...
A.     Namun, bahwa, karena
B.     Bahkan, agar, sementara
C.     Namun, karena, walaupun
D.     Karena, walaupun, padahal
E.      Namun, karena, sementara

UN 2016
36.  Bacalah paragraf berikut!
Lalu lintas sangat padat pagi itu. Di atas sepeda motorku, aku melaju dengan tenang. Tiba-tiba seorang anak muda lewat di depanku dengan motornya yang melaju kencang. Aku terkejut. Hampir saja aku hilang keseimbangan. Aku pun .... Kumaki dia. Tapi percuma, anak muda itu sudah melesat jauh di depanku.

Ungkapan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....
A.     Naik marak
B.     Naik daun
C.     Gelap mata
D.     Naik darah
E.      Turun tangan

UN 2016
37.   Bacalah teks berikut!
Saudara-saudara yang berbahagia!
Menurut seorang filsuf, yaitu imam Ghazali, bahwa anak merupakan suatu amanat dari Tuhan yang dibebankan kepada orang tua atau walinya. Hatinya masih suci bagaikan mutiara yang indah dan mahal harganya. Bilamana anak sejak kecil telah dididik dan dibiasakan kepada kebaikan, sudah pasti dia akan tumbuh dengan baik.

Isi teks tersebut bermakna sama dengan peribahasa ...
A.     Air tempayan jatuh ke pelimbahan juga.
B.     Apa yang ditanam, itu yang akan dituai.
C.     Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui.
D.     Sambil menyelam minum air.
E.      Menepuk air didulang, terpencik muka sendiri.

UN 2016
38.  Bacalah paragraf berikut ini!
Bila kita mendekati tebing itu tampak jelas bahwa itu tebing bukit kapur. Pada tebing bukit kapur setinggi puluhan meter itu tampak ... “mural” sederhana. Coretan ... merah yang membentuk berbagai motif yang masih merupakan misteri. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kaimana memastikan bahwa ... yang menghiasi Teluk Triton di wilayah Kampung Mai-Mai tersebut adalah peninggalan zaman mesolitikum.

Kata ulang yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....
A.     Lukis-melukis, garis-bergaris, misteri-misteri
B.     Lukis-lukis, bergaris-garis, bermisteri-misteri
C.     Lukis-lukisan, garis-garisan, misteri-misteri
D.     Lukisan-lukisan, garis-garis, misteri-misteri
E.      Melukis-lukis, bergaris-garis, bermisteri-misteri

UN 2016
39.  Cermati paragraf berikut!
Hidup di dunia ini penuh dengan cobaan. Namun, kita harus pandai ... cobaan tersebut. Jangan sampai kita tumbang dan hancur karenanya. Badai yang ... kita harus ditangkis dengan kekuatan iman kita. Apabila kita berhasil kita akan lulus dari cobaan dan tidak akan gamang dalam ... cobaan di masa mendatang.

Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....
A.     Mensikapi, terpukul, terhadapi
B.     Disikapi, mempukul, terhadapi
C.     Penyikapan, pemukulan, menhadapi
D.     Pensikapan, dipukulkan, dihadapi
E.      Menyikapi, memukul, menghadapi

UN 2016
40.  Cermati kalimat-kalimat berikut!
1) Bagi siswa-siswi peserta lomba debat diminta berkumpul di aula.
2) Bagi siswa-siswi peserta pelatihan perpustakaan diharap segera daftar ulang.
Alasan kedua kalimat tersebut salah karena menggunakan ...
A.     Kata pelatihan dan perpustakaan
B.     Kata depan bagi pada awal kalimat
C.     Kata siswa-siswi untuk menunjukan jamak
D.     Kalimat pasif untuk mengumumkan
E.      Kata peserta setelah subjek

UN 2016
41.  Cermati paragraf deskripsi berikut!
Kali kecil di depan rumah temanku terlihat sangat kotor. Warna airnya hitam pekat dan berminyak. Di pinggir kali, tampak pula tumpukan sampah yang umumnya berupa kantong plastik dan botol plastik bekas. Kotoran-kotoran itu terlihat menghambat lajunya air mengalir atau membuat air tergenang. ....

Kalimat deskripsi yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ...
A.     Dari genangan air itu, tercium bau busuk yang menyengat hidung.
B.     Ini kesalahan warga setempat yang membuang sampah sembarangan.
C.     Kalau dibiarkan tentunya banjir akan melanda wilayah itu di musim hujan.
D.     Di sinilah perlunya pengadaan petugas kebersihan yang senantiasa bertugas
E.      Dalam hal ini, bila terjadi banjir, tidak ada yang dapat disalahkan.

UN 2016
42.  Cermati paragraf berikut!
Pusat perbelanjaan akan diserbu oleh masyarakat di hari-hari menjelang Lebaran. Semua ingin tampil agak menarik dan cantik di hari lebaran. Mereka rela meluangkan waktu, tenaga, serta uang untuk mendapatkan busana dan perlengkapan lain yang lebih diinginkannya.

Frasa yang tepat untuk mengganti frasa bercetak miring adalah ....
A.     Supaya menarik, paling diinginkannya
B.     Amat menarik, akan diinginkannya
C.     Tetap menarik, diinginkan sekali
D.     Lebih menarik, sangat diinginkannya
E.      Sangat menarik, sudah diinginkannya

UN 2016
43.  Bacalah kutipan tersebut!
Karim     :         “Tapi aku tidak bisa menjadi pemimpin.”
Anwar     :       “Sudah bertahun-tahun berlangsung, sekarang mendadak hilang begitu, apa artinya ini? Kan aku selalu ada. Ini kesempatan yang baik. Orang mendengarkan pidato.”
Karim     :         “Tapi itu bukan perkataanku sendiri yang mereka dengar”
Anwar     :       “Peduli apa, yang penting kan mereka, rakyat semua mendengar apa yang kau ucapkan. Dan sementara itu kau mendapat kedudukan yang baik. Kau telah mencapai angan-anganmu.”
Karim      :       “Itulah yang aku takutkan. Aku takut segala yang telah kucapai ini akan lenyap punah kalau mereka tahu.”
Anwar     :       “Dan kau sedang berusaha membuat mereka tahu, insya Allah itu. Dengar, turutilah seperti biasanya segala nasihatku. Cukup.”


(Bung Besar, Misbach Yusa Biran)

Kalimat tanggapan yang sesuai dengan kutipan drama tersebut adalah ...
A.     Konflik cerita mencapai titik klimaks yang menggemaskan pembaca.
B.     Konflik batin tokoh terus berkepanjangan tanpa penyelesaian.
C.     Seorang penakut akan selalu menjadi penurut.
D.     Sikap otoriter dan pemaksaan kehendak yang tidak baik dicontoh.
E.      Seorang provokator memang selalu berusaha memengaruhi orang lain.

UN 2016
44.  Bacalah kutipan novel berikut!
Pendidikan budi pekerti perempuan semata-mata ditujukan untuk keperluan laki-laki. Segala sifat lemah itu dijadikan sifat perempuan yang termulia. Perempuan mesti sabar, perempuan mesti lemah lembut, perempuan mesti pendiam. Berjalan tidak boleh lebar-lebar dan tertawa tiada boleh keras. Dalam segala hal ia halus.

Layar Terkembang, STA                    

Kalimat berupa kritik yang sesuai dengan kutipan novel tersebut adalah....
A.     STA  seharusnya memberikan gambaran tokoh yang jelas sehingga mudah dipahami.
B.     Adanya penyajian yang melemahkan derajat kaum wanita, yaitu harus tunduk pada kaum pria
C.     Nilai-nilai yang terkandung dalam kutipan novel tersebut biasa saja dan sudah sangat umum.
D.     Novel tersebut mengandung nilai pendidikan, kepribadiam, tanggung jawab, dan religius.
E.      Alur ceritanya tidak jelas dan gaya bercerita yang berlebihan terasa membosankan kepada pembaca.


UN 2016
45.  Cermati kutipan cerpen berikut!
Mencurigai. Betapa tidak enaknya perbuatan ini. Bahkan terhadap orang yang patut dicurigai sekalipu. Lebih tidak enak lagi kalau orang itu adalah Parmin tukang kebun yang rajin dan tak banyak cakap itu. Yang kerjanya cekatan, dengan wajah yang senantiasa memancarkan kesabaran. Kadang ia membangkitkan rasa iba, tanpa dia bersikap meminta.


(Parmin, Jujur Prananto)

Kalimat resensi (penilaian) berupa keunggulan cerpen yang sesuai dengan kutipan tersebut adalah....
A.     Cerpen Parmin menarik untuk dibaca karena pengarang mengungkapkan watak tokoh secara analitik sehingga pembaca mengetahui watak tokoh dengan jelas.
B.     Cerpen Parmin mengungkapkan tokoh yang bekerja sebagai tukang kebun, tak banyak cakap, tetap dicurigai oleh orang-orang di sekitarnya.
C.     Cerpen tersebut seharusnya tidak langsung mengungkap watak tokoh di awal cerpen supaya pembaca tidak langsung mengetahui watak tokoh.
D.     Jujur Prananto merupakan pengarang yang produktif karena karya-karya cerpennya banyak dimuat di media massa.
E.      Pengarang cerpen Parmin banyak disukai para penggemarnya karea menggunakan banyak kata berkias.

UN 2016
46.  Bacalah kutipan berikut!
Sinta mengacungkan kedua ibu jarinya kepada Riyan.
“Wah, kamu hebat, Yan. Lagi-lagi kamu dapat nilai sembilan.”
“Ah, biasa saja. Ini juga berkat belajar bersama-sama kalian.”
“Tapi aneh, ya? Nilai Diran kok kurang bagus, ya,” kata Rio mengejek Diran.
“Maksudnya?” tanya Diran.
“Kamu waktu ulangan kemarin dapat nilai lima, kan? Huh,payah!”
“....”, Riyan menyela.
Sinta manggut-manggut, lalu melangkah menuju dispenser untuk mengambil air minum.

Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan tersebut adalah...
A.     Ya, baiklah saya akan meluangkan waktu untuk mengajari Diran
B.     Jadi, mulai sekarang Diran harus rajin belajar.
C.     Ya, mungkin Diran kurang konsentrasi saat mengerjakan ulangan itu.
D.     Walaupun nilainya jelek, Diran termasuk siswa yang rajin.
E.      Jangan begitu, kecerdasan tiap-tiap orang tidak sama.

UN 2016
47.  Bacalah pantun berikut!
Satu dua tiga dan empat
Lima enam tujuh delapan
...
Jangan pernah putus harapan.

Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah...
A.     Masuk sekolah jangan terlambat
B.     Pagi hari harus segera berangkat
C.     Tidak boleh datang lambat-lambat
D.     Cepat bangun lengan angkat
E.      Tuntut ilmu sampai dapat

UN 2016
48.  Bacalah paragraf berikut!
Buku berjudul panduan bagi keluarga dalam memilih dan menggunakan obat, berisi tentang pengenalan akan obat, prinsip-prinsip dasar memilih dan menggunakan obat untuk diri sendiri dan aspek sosialnya. Buku ini menjadi panduan yang jelas, ringkas, dan dilengkapi dengan arti istilah medis. Buku tersebut sangat bermanfaat bagi pembacanya.
Penulisan judul buku yang tepat adalah....
A.      Panduan bagi keluarga dalam Memilih dan Menggunakan Obat
B.      Panduan Bagi keluarga dalam Memilih dan Menggunakan Obat
C.     Panduan Bagi keluarga Dalam Memilih dan Menggunakan obat
D.     Panduan Bagi keluarga Dalam Memilih Dan Menggunakan obat
E.      Panduan bagi keluarga Dalam Memilih Dan Menggunakan obat

UN 2016
49.  Bacalah paragraf berikut!
Pelayanan kesehatan di berbagai tempat di tanah air belum berorientasi kepada pasien. Hal ini ditandai oleh maraknya pemberian obat antibiotik yang tidak sesuai dengan kondisi klinis. Pemakaian antibiotik yang melebihi kebutuhan bisa mengakibatkan resistensi dalam tubuh pasien. Kuman penyakit dalam tubuh mejadi kebal. Oleh karena itu, ...
Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah...
A.     Perlu ditumbuhkan sikap kritis masyarakat terhadap kesehatan
B.     Pasien harus selalu mematuhi semua instruksi dari dokter
C.     Pasien harus pasrah pada layanan kesehatan yang diterima
D.     Setiap penyakit harus diobati dengan antibiotik
E.      Dokter harus selalu memperhatikan keinginan pasiennya

UN 2016
50.  Perhatikan paragraf berikut!
Masyarakat petani di daerah yang jauh dari pusat informasi biasanya bersifat primitif, yakni mereka selalu bertahan  pada sistem tanam yang biasa mereka lakukan. Mereka tidak mau melakukan atau mencari alternatif lain untuk melakukan sistem pertanian yang lebih maju. Untuk mengubah perilaku petani yang demikian ini, para penyuluh pertanian memanfaatkan legalitas dari tokoh masyarakat yang disegani.

Istilah yang tepat untuk mengganti istilah yang bercetak miring adalah...
A.     Konservatif
B.     Konservasi
C.     Konsolidasi
D.     Konkrit
E.      kualitif